Showing posts with label Pengelolaan Laboratorium. Show all posts
Showing posts with label Pengelolaan Laboratorium. Show all posts

Monday, 24 September 2012

Analisis Kebutuhan Alat dan Bahan Lab Kimia


Berikut ini contoh analisis kebutuhan alat dan bahan pada laboratorium Kimia SMA, silahkan jika akan di download :

 
TabelAnalisisKebutuhanAlatklsX

TabelAnalisisKebutuhanAlatklsxi

TabelAnalisisKebutuhanAlatklsxii

Daftar Harga Alat dan Bahan Lab Kimia

Berikut ini Daftar Harga (Price List) alat dan bahan paa laboratorium kimia
Silahkan jika akan didownload

1.TISSUE2011 

2.PLASTICWARE2011

3.PORCELAINWARE2011

4.GLASSWARE2011

5.TOOLS2011

6.FILTERPAPER2011

7.EQUIPMENT2011

8.MERCK2011 

 

Saturday, 15 September 2012

SIMBOL BAHAYA PADA LABORATORIUM KIMIA




Simbol bahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya menurut Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances)

Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) adalah suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya dan terutama  terdiri dari bidang keselamatan kerja. Arah Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia adalah valid untuk semua bidang, area dan aplikasi, dan tentu saja, juga untuk lingkungan, perlindungan  konsumer dan kesehatan manusia.

Istilah bahan berbahaya adalah nama umum dan menurut hukum bahan kimia (kemikalia) (Chemicals Law didefinisikan sebagai
  • Bahan berbahaya  atau formulasi menurut hukum kemikalia (Chemicals Law) §3a,
  • Bahan, formulasi dan produk dapat membentuk atau melepaskan bahan atau formulasi berbahaya selama produksi atau penggunaan,
  • Bahan, formulasi dan produk  bersifat mudah meledak

Friday, 20 January 2012

PENGENALAN BAHAN KIMIA BERACUN DAN BERBAHAYA SERTA TEKNIK PREPARASI BAHAN


A. PENGENALAN BAHAN B3
1. Petunjuk umum untuk menangani buangan sampah.
Semua bahan buangan atau sampah seharusnya dikumpulkan menurut jenis bahan tersebut. Bahan-bahan tersebut ada yang dapat didaur ulang dan ada pula yang tidak dapat didaur ulang. Bahan yang termasuk kelompok bahan buangan/sampah yang dapat di daur ulang antara lain gelas, kaleng, botol baterai, sisa-sisa konstruksi bangunan, sampah biologi seperti tanaman, buah-buahan, kantong the dan beberapa jenis bahan-bahan kimia. Sedangkan bahan-bahan buangan yang tidak dapat didaur ulang atau yang sukar didaur ulang seperti plastik hendaknya dihancurkan. Karena belum ada aturan yang jelas dalam cara pembuangan jenis sampah di Indonesia, maka sebelum sampah dibuang harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium yang bersangkutan.

Monday, 5 September 2011

TEKNIK PREPARASI


Preparasi merupakan teknik laboratorium yang sangat penting dikuasai oleh setiap kimiawan. Tanpa pengetahuan dan ketrampilan yang memadahi dalam teknik preparasi ini, maka akan sangat sulit untuk menjalankan eksperimen/percobaan kimia secara baik dan benar di laboratorium.  Menjalankan eksperimen dengan baik dan benar juga menyangkut efisiensi dan tidak membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain baik yang ada disekitarnya maupun yang berada di tempat lain. Bagai  pemula agar mereka kelak dapat melakukan eksperimen kimia secara baik dan benar maka perlu dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan teknik preparasi. Tulisan ini akan memaparkan beberapa pengetahuan penting yang harus dikuasai oleh para pemula dalam disiplin ilmu kimia.

PENGENALAN BAHAN B3 (Bahan Kimia beracun dan Berbahaya)



1.Petunjuk umum untuk menangani buangan sampah.
Semua bahan buangan atau sampah seharusnya dikumpulkan menurut jenis bahan tersebut. Bahan-bahan tersebut ada yang dapat didaur ulang dan ada pula yang tidak dapat didaur ulang. Bahan yang termasuk kelompok bahan buangan/sampah yang dapat di daur ulang antara lain gelas, kaleng, botol baterai, sisa-sisa konstruksi bangunan, sampah biologi seperti tanaman, buah-buahan, kantong  dan beberapa jenis bahan-bahan kimia. Sedangkan bahan-bahan buangan yang tidak dapat didaur ulang atau yang sukar didaur ulang seperti plastik hendaknya dihancurkan. Karena belum ada aturan yang jelas dalam cara pembuangan jenis sampah di Indonesia, maka sebelum sampah dibuang harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium yang bersangkutan.

TEKNIK PERCOBAAN BERBAHAYA


Percobaan-percobaan dalam laboratorium dapat meliputi berbagai jenis pekerjaan diantaranya mereaksikan bahan-bahan kimia, destilasi, ekstraksi, memasang peralatan, dan sebagainya.  Masing-masing teknik dapat mengandung bahaya yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tentu saja bahan tersebut sangat berkaitan dengan penggunaan bahan dalam percobaan, sehingga susah untuk memisahkan bahaya antara teknik dan bahan. Walaupun demikian, dapat kiranya diuraikan secara tersendiri dan bersifat umum dari bahaya berbagai macam teknik dan bahan, sehingga memungkinkan untuk memperkecil dan memperkirakan bahaya yang dapat timbul dalam kaitanyya dengan teknik dan bahan yang digunakan.

A. Reaksi Kimia

Semua reaksi kimia menyangkut perubahan energi yang diwujudkan dalam bentuk panas. Kebanyakan reaksi kimia disertai dengan pelepasan panas (reaksi eksotermis), meskipun adapula beberapa reaksi kimi yang menyerap panas (reaksi endotermis). Bahaya dari suatu reaksi kimia terutama adalah karena proses pelepasan energi (panas) yang demikian banyak dan dalam kecepatan yang sangat tinggi, sehingga tidak terkendalikan dan bersifat destruktif (merusak) terhadap lingkungan, termasuk operator/orang yang melakukannya.

Thursday, 11 August 2011

Proses Rekristalisasi


Pengertian Kristal 
Bahan padat dengan susunan atom atau molekul yang teratur (kisi kristal). Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan
pembentukan kristal antara lain adalah:
1. Derajat lewat jenuh
2. Jumlah inti yang ada atau luas permukaan total dari kristal yang ada.
3. Viskositas larutan
4. Jenis dan banyaknya pengotor
5. Pergerakan antara larutan dan kristal


Pengertian Kristalisasi
pemisahan bahan padat berbentuk kristal dari suatu larutan atau suatu lelehan. 

Disamping untuk pemisahan bahan padat dari larutan, kristalisasi juga sering 
digunakan untuk memurnikan bahan padat yang sudah bebbentuk kristal. 
Proses pemurnian ini disebut kristalisasi ulang atau rekristalisasi 
(Willbraham, 1992)

Rekristalisasi adalah pemisahan bahan padat berbentuk kristalin. Seringkali 

senyawa yang diperoleh dari hasil suatu sintesis kimia memiliki kemurnian 
yang tidak terlalu tinggi. Untuk memurnikan senyawa tersebut perlu dilakukan
 rekristalisasi.



Untuk merekristalisasi suatu senyawa kita harus memilih pelarut yang cocok 
dengan senyawa tersebut. Setelah senyawa tersebut dilarutkan kedalam 
pelarut yang sesuai kemudian dipanaskan (direfluks) sampai semua 
senyawanya larut sempurna. Apabila pada temperatur kamar, senyawa
 tersebut telah larut sempurna di dalam pelarut, maka tidak perlu lagi 
dilakukan pemanasan. Pemanasan hanya dilakukan apabila senyawa 
tersebut belum atau tidak larut sempurna pada keadaan suhu kamar. 
Salah satu faktor penentu keberhasilan proses kristalisasi dan 
rekristalisasi adalah pemilihan zat pelarut.


Pengertian Destilasi





Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.

Pembagian Destilasi
1.    Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua, yaitu :
a.    Distilasi kontinyu
b.    Distilasi batch
2.    Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menjadi tiga, yaitu :
a.       Distilasi atmosferis
b.   Distilasi vakum
c.    Distilasi tekanan

3.    Berdasarkan komponen penyusunnya terbagi menjadi dua, yaitu :
a.    Destilasi system biner
b.    Destilasi system multi komponen

4.    Berdasarkan system operasinya terbagi menjadi dua, yaitu :
a.    Single-stage Distillation
b.    Multi stage Distillation

Sunday, 24 July 2011

Cara menimbang Menggunakan Neraca Digital



Neraca digital merupakan alat yang sering ada dalam laboratorium yang digunakan untuk menimbang bahan yang akan digunakan. Neraca digital berfungsi untuk membantu mengukur berat serta cara kalkulasi fecare otomatis harganya dengan harga dasar satuan banyak kurang. Cara kerja neraca digital hanya bisa mengeluarkan label, ada juga yang hanya timbul ditampilkan layar LCDnya (Mansur, 2010).
Kita mengenal neraca digital sebagai alat ukur untuk satuan berat. Dibandingkan dengan neraca jaman dulu yang masih menggunakan neraca analog atau manual, neraca digital memiliki fungsi lebih sebagai alat ukur, diantaranya neraca digital lebih akurat, presisi, akuntable (bisa menyimpan hasil dari setiap penimbangan) (Timbangandigital, 2010).
Menimbang benda adalah menimbang sesuatu yang tidak memerlukan tempat dan biasanya tidak dipergunakan pad reaksi kimia, seperti menimbang cawan, gelas kimia dan lain-lain. Menimbang zat adalah menimbang zat kimia yang dipergunakan untuk membuat larutan atau akan direaksikan. Untuk menimbang zat ini diperlukan tempat penimbangan yang dapat digunakan seperti gelas kimia, kaca arloji dan kertas timbang
Menimbang zat dengan penimbangan selisih dilakukan jika zat yang ditimbang dikhawatirkan akan menempel pada tempat menimbang dan sukar untuk dibilas. Pada penimbangan selisih akan diperoleh berat zat yang masuk ke dalam tempat yang diinginkan bukan pada tempat menimbang.
Dalam praktikum biologi neraca ini biasa digunakan untuk menimbang bahan-bahan yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil. Beberapa praktikum yang sering memerlukan alat ini yaitu praktikum mikrobiologi dan kultur jaringan, dimana neraca ini digunakan untuk menimbang bahan yang akan digunakan untuk membuat media untuk bakteri, jamur ataupun untuk media tanam kultur jaringan.
Selain itu dengan adanya tingkat ketelitian yang tinggi maka hal tersebut dapat meminimalkan kesalahan dalam pengambilan media yang dibutuhkan. Jumlah media yang tidak tepat dalam pembuatan media baik untuk kultur jaringan ataupun media bakteri tentunya akan berpengaruh terhadap konsentrasi zat dalam media. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan dalam hasil praktikum yang dilaksanakan.


Pengertian Sentrifuse

Campuran heterogen terdiri dari senyawa-senyawa dengan berat jenis berdekatan sulit dipisahkan. Membiarkan senyawa tersebut terendapkan karena adanya grafitasi berjalan sangat lambat. Beberapa campuran senyawa yang memiliki sifat seperti ini adalah koloid, seperti emulsi.
Salah satu teknik yang dapat dipergunakan untuk memisahkan campuran ini adalah teknik sentrifugasi, yaitu metode yang digunakan dalam untuk mempercepat proses pengendapan dengan memberikan gaya sentrifugasi pada partikel-partikelnya.
Pemisahan sentrifugal menggunakan prinsip dimana objek diputar secara horizontal pada jarak tertentu. Apabila objek berotasi di dalam tabung atau silinder yang berisi campuran cairan dan partikel, maka campuran tersebut dapat bergerak menuju pusat rotasi, namun hal tersebut tidak terjadi karena adanya gaya yang berlawanan yang menuju kearah dinding luar silinder atau tabung, gaya tersebut adalah gaya sentrifugasi. Gaya inilah yang menyebabkan partikel-partikel menuju dinding tanbung dan terakumulasi membentuk endapan (Gambar dibawah).
gambar 15.6
Gambar : Pengendapan dengan teknik sentrifugasi
Mari kita perhatikan proses pembuatan minyak kelapa, dimana teknik pemisahan sentrifugasi cukup berperan. Buah kelapa dihancurkan, dan diperas sehingga didapat bagian santan. Didalam santan terdapat campuran minyak dengan air. Dengan melakukan sentrifugasi dengan kecepatan antara 3000-3500 rpm, maka terjadi pemisahan dan terdapat dua bagian yaitu fraksi kaya minyak (krim) dan fraksi miskin minyak (skim). Selanjutnya krim diasamkan, kemudian diberi perlakuan sentrifugasi sekali lagi untuk memisahkan minyak dari bagian bukan minyak.
Dalam pengolahan minyak kelapa, sering juga dilakukan modifikasi khususnya dalam pemisahan krim untuk mendapatkan bagian minyak. Modifikasi tersebut dilakukan dengan cara pemanasan krim, dan akan dihasilkan padatan dan minyak, selanjutnya dengan penyaringan kita dapatkan minyak kelapa yang bersih dan jernih.

Pengertian Filtrasi (Penyaringan)


.


Filtrasi adalah proses pemisahan dari campuran heterogen yang mengandung cairan dan partikel-partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan cairan dan menahan partikel-partikel padat.
Proses filtrasi yang sederhana adalah proses penyaringan dengan dengan media filter kertas saring (Gambar dibawah). Kertas saring kita potong melingkar jika masih bentuk lembaran empat persegi panjang atau kubus, jika telah berbentuk lingkaran lipat dua, sebanyak tiga atau empat kali. Selanjutnya buka dan letakkan dalam corong pisah sehingga tepat melekat dengan corong pisah. Tuangkan campuran heterogen yang akan dipisahkan, sedikit demi sedikit, kira-kira banyaknya campuran tersebut adalah sepertiga dari tinggi kertas. Lakukan berulang-ulang, sehingga kita dapat memisahkan partikel padat dengan cairannya. Hasil filtrasi adalah zat padat yang disebut residen dan zat cairnya disebut dengan filtrat.
gambar 15.4
Pemisahan dengan kertas saring tanpa tekanan (adanya grafitasi)
Proses pemisahan dengan cara filtrasi dapat kita bedakan berdasarkan adanya tekanan dan tanpa tekanan. Contoh diatas merupakan proses pemisahan tanpa tekanan, dimana cairan mengalir karena adanya gaya grafitasi. Pemisahan ini sangat cocok untuk campuran heterogen dimana jumlah cairannya lebih besar dibandingkan partikel zat padatnya.
Proses pemisahan dengan tekanan, umumnya dengan cara di vakumkan (disedot dengan pompa vakum). Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya. Perhatikan Gambar dibawah ini :
gambar 15.5
 Gmabar :Pemisahan dengan cara meningkatkan tekanan

Wednesday, 13 July 2011

Sunday, 10 July 2011

Ekstraksi Pelarut

Ekstraksi Pelarut digunakan untuk memisahkan 2 jenis campuran yang berbentuk cairan dan tidak saling melarutkan. Campuran ini dapat dipisahkan dengan corong pisah, misalkan air dengan minyak, jika keran dibuka maka air akan keluar
 

Ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer. Alasan utamanya adalah pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro ataupun mikro. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat pelarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur , seperti benzen, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasan nya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbada dalam kedua fase pelarut.
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang tidak saling bercampur. Ekstraksi pelarut umumnya digunakan untuk memisahkan sejmlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugs pengganggu dalam analisis secara keseluruhan. Kadang-kadang gugus-gugs pengganggu ini diekstraksi secara selektif.

Tuesday, 5 July 2011

MSDS versi Indonesia dari Merck

Berikut ini salah satu contoh MSDS dari merck RI dan yang lainnya bisa didownload  di link dibawahnya :

  Untuk mendownload silahkan klik : MERCK_RI

Saturday, 2 July 2011

CARA PEMBUATAN BEBERAPA LARUTAN KHUSUS

1.      Air Kapur
Masukan satu sendok CaO ke dalam 1 liter air, aduk campuran itu lalu endapkan dan saring. Hasil saringan simpan dalam keadaan tertutup. Air kapur yang jernih hasil penyaringan digunakan untuk mengetahui adanya CO2.
2.      Air Klor
Campurkan kira-kira 1 sendok kaporit atau klorox dengan larutan HCl 2M dalam tabung reaksi berpipa pengalir. Alirkan gas klor yangterbentuk ke dalam botol berisi air sampai jenuh. Lakukan pembuatan air klor ini di lemari uap atau ruang terbuka, ingat gas klor adalah racun kuat!
3.      Asam Aki
Tuangkan dengan perlahan 220 cm3 H2SO4 pekat murni ke dalam 750 cm3 air suling sambil diaduk perlahan-lahan, kemudian encerkan sampai 1 liter. Periksa massa jenisnya dengan hygrometer. Jika massa jenisnya 1,25, asam ini dapat digunakan untuk aki. Jika massa jenisnya kurang dari 1,25 tambahkan asam sufat lag, jika massa berat jenisnya lebih dari 1,25 tambahkan air suling.
4.      Larutan untuk Sel Leclanche
Larutan 350 gram ammonium klorida (NH4Cl) dalam air sampai nvolumenya menjadi 1 liter.
5.      Air Brom
Masukan kira-kira 50 cm3 larutan KBr atau NaBr 2M ke dalam gelas kimia lalu elektrolisis, salah satu elektrodenya (anoda) dibungkus dengan kertas tisu, buat dalam bentuk kantung.
Setelah terjadi perubahan warna (merah kecokelatan), elektrolisis dihentikan, kantung yang berisi brom, pindahkan ke gelas kimia sambil diperas dan masukkan ke dalam botol yang berwarna gelap, kemudian tutup.

BEBERAPA SIFAT ZAT YANG PERLU DIKETAHUI


1.      Wujud zat
Zat kimia yang ada di labolatorium/sanggar pada umumnya berwujud padat dan cair. Contoh zat kimia yang berwujud padat : NaOH, zat ini dapat terbentuk kepingan dan Kristal. Bentuk zat kimia yang berwujud padat berupa serbuk, kepingan, butiran, batangan, Kristal, dan lembaran/pita.
Contoh zat kimia yan berwujud cair, antara lain HCl, H2SO4, HNO3, formadheid, alcohol, spiritus, kloroform, eter.
2.      Bau
Beberapa zat kimia mempunyai bau yang khas, misalnya ammonia, ester, H2S, vanili, mentol, serta cuka.

PENGOLONGAN ZAT KIMIA

Salah satu tugas laboran adalah menata zat kinia yang ada di laboratotium. Untuk menata zat kimia yang ada din laboratorium, pengetahuan tentang zat kimia sangat penting dan dapat menentukan keberhasilan mengelola laboratorium. Pengetahuan tentang zat kimia yang perlu diketahui adalah sifat-sifatnya, baik sifat fisik maupun sifat kimianya.
Beberapa sifat yang perlu diketahui adalah : wujud, warna, bau, titik nyala (mudah terbakar atau tidak), bersifat racun atau bukan, higroskopis, (dapat menarik air), atau tidak sensitive terhadap cahaya atau tidak, dapat merusak kulit, ubin, kayu, kertas, atau tidak, mudah terurai atau tidak, mudah menguap atau tidak, mudah bereaksi dengan zat tertentu atau tidak, dan sifat-sifat lainnya yang belum disebutkan di atas.
Sebelum anda memelajari zat kimia yangbmempunyai sifat-sifat yang disebut di atas, ada baiknay anda mengenal kelompok zat kimia yang diperdagangkan.
Zat kimia yang diperdagangkan menurut penggunaannya dikelompokan menjadi 6 kelompok, yaitu sebagai berikut .
1.      Peagens                  : zat kimia yang digunakan di labolatorium sekolah/universitas.
2.      Farmaseutika          : zat kimia untuk obat-obatan.
3.      Zat diagnotis          : zat kimia untuk keperluan diagnosis yan digunakan dalam bidang kedokteran.
4.      Agrochemicals        : zat yang digunakan dalam bidang pertanian.
5.      Zat warna (dyes)    : zat kimia yag digunakan untuk warna yang digunakan sebagai bahan celup dalam bidamg industri tekstil.
6.      Pigment                  : zat kimia yamh digunakan untuk pembuatan cat.

Friday, 27 May 2011

Limbah Kimia di Laboratorium


Laboratorium yang baik adalah laboratorium yang tidak hanya memperhatikan masalah ketelitian analisa saja. Akan tetapi laboratorium yang baik juga harus memperhatikan masalah pembuangan limbah. Limbah yang dibuang sembarangan, jika masuk ke badan air tanah dan mengalir ke pemukiman penduduk akan menimbulkan bahaya. Terutama logam-logam berat. Jika tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan makhluk hidup dan merusak lingkungan.

Pembuangan Limbah

Secara umum, metoda pembuangan limbah laboratorium terbagi atas empat metoda.

Pertama, pembuangan langsung dari laboratorium. Metoda pembuangan langsung ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan kimia yang dapat larut dalam air. Bahan-bahan kimia yang dapat larut dala air dibuang langsung melalui bak pembuangan limbah laboratorium. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung asam atau basa harus dilakukan penetralan, selanjutnya baru bisa dibuang. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung logam-logam berat dan beracun seperti Pb, Hg, Cd, dan sebagainya, endapannya harus dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian cairannya dinetralkan dan dibuang.

Thursday, 26 May 2011

Contoh MSDS





Section 1: Chemical Product and Company Identification



 
Product Name: 1,1,3,3-Tetramethylurea

Catalog Codes: SLT2425

CAS#: 632-22-4

RTECS: YU2625000

TSCA: TSCA 8(b) inventory: 1,1,3,3-Tetramethylurea

CI#: Not available.

Synonym:

Chemical Name: 1,1,3,3-Tetramethylurea

Chemical Formula: C5-H12-N2-O

 
Design by FreeWordpress Themes | Bloggerized by Lashanta - Premium Blogger Themes | Ilo Kimia Wk, SMA TN 35