Kata Mutiara 1
Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan
Kata Mutiara 2
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Kata Mutiara 3
Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
Kata Mutiara 4
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
Kata Mutiara 5
Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
Saturday, 16 April 2016
Monday, 2 July 2012
Pentingnya Membangun Pendidikan Karakter

“Berperilakulah seperti aku”
Sumber : http://www.pendidikankarakter.com/pentingnya-membangun-lingkungan-berkarakter/
Pembelajaran inovatif
Inovasi adalah kreasi begitulah wikipedia mendefinisikan dengan sinonimnya. Dijelaskan lebih lanjut, bahwa inovasi membuat produk, proses, cara, pelayanan, teknologi, atau gagasan lebih unggul dan baru sehingga seluruh bagian keunggulan dan kebaruannya diakui pasar, pemerintah, maupun masyarakat. Inovasi sering dimaknai sama dengan kreasi.
Inovasi berbeda dengan penemuan baru. Makna Inovasi lebih menekankan pada penerapan ide baru sehingga produk inovatif berupa produk baru, proses baru, layanan baru, teknologi baru, sedangkan penemuan baru merujuk secara langsung pada pengolahan pikiran kreatif sehingga menemukan ide baru atau metode baru.
Penerapan mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan inovatir pada proses pembelajaran sering tidak sempat kita bedakan dengan cermat. Selain karena makna keduanya sering ambigu, juga membedakan keduanya pun bukan yang teramat penting. Yang jauh lebih penting adalah guru meletakkan kedua istilah itu dalam konteks kecakapan berpikir kreatif dan inovatif yang dihubungkan dengan pengembangan penguaan informasi baru, menemukan hal baru, dan menghasilka karya yang baru bagi siswa.
Friday, 20 January 2012
Berfikir Kritis
menampilkan temuan tidak terbatas dan pertimbangan kemungkinan-kemungkinan,
dan kesimpulan pola-pola pengertian yang didasarkan pada kejadian.
Alasan-alasan, penyimpangan, dan prasangka baik para pengajar maupun para ahli membandingkan dan membentuk lembaga penilaian.
Metode Pemecahan Masalah
Monday, 19 December 2011
Pendidikan Entrepreneurship
Di USA, Eropa dan banyak negara-negara lainnya menempatkan pilihan model pendidikan entrepreneurship sebagai upaya untuk memersiapkan SDM yang dapat menjawab tantangan hidup di era globalisasi ini. Alasan utama di sebagian besar negara tersebut adalah akibat resesi ekonomi serta banyaknya pengangguran yang semakin meningkat bersamaan dengan bertambahnya lulusan sekolah setiap tahun. Selain alasan tersebut, saat ini para pengambil keputusan di banyak negara mulai menyadari peranan nyata entrepreneurship terhadap pertumbuhan ekonomi terutama di kawasan regional. Hal ini mengindikasi bahwa pertumbuhan entrepreneursip baru adalah solusi untuk menekan laju pengangguran dan sebagai upaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi kemakmuran masyarakat.
Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Data - Setelah data penelitian terkumpul, maka perlu ada proses pemilahan data dan kemudian dianalisis dan diinterprestasikan dengan teliti, dan cakap sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang objektif dari suatu penelitian. Analisa data adalah kegiatan untuk memaparkan data, sehingga dapat diperoleh suatu kebenaran atau ketidakbenaran dari suatu hipotesis. Batasan ini diungkapkan bahwa analisis data adalah sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan ide seperti yang disarankan oleh data sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan ide. (Lexy J. Moleong,
Jenis - Jenis Metode Pembelajaran
Jenis- Jenis Metode Pembelajaran
a. Metode Pembelajaran - Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan metode yang paling umum atau paling banyak digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Metode ceramah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Wina Sanjaya mendefinisikan “ metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa.” (Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h. 147.) “ Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar.” (Yatim Riyanto, Pengembangan Kurikulum, h. 27.)
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan bagian yang terpenting dalam suatu penelitian, bahkan merupakan suatu keharusan bagi seorang peneliti. Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan beberapa metode dalam proses pengumpulan data, yaitu metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi.
1. Metode Observasi
Metode observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dan gejala-gejala pisis untuk kemudian dilakukan pencatatan. Dalam kaitannya dengan penelitian ini penulis langsung terjun ke lapangan menjadi partisipan (observer partisipatif) untuk menemukan dan mendapatkan data yang berkaitan dengan fokus penelitian, yaitu, Tinjauan hukum Islam terhadap sistem ganti rugi pengiriman barang yang hilang atau rusak.
Saturday, 17 December 2011
Karakteristik Quantum Learning
7 Prinsip Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual (CTL)
Aplikasi Blended Untuk Peningkatan Keterampilan Berpikir Ilmiah Siswa
Model aplikasi metode blended dengan cara mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran tradisional dan metode pembelajaran berbasis komputer dan internet dapat meningkatkan kolaborasi guru-siswa di dalam maupun di luar kelas. Dengan meningkatnya penggunaan internet melalui hand phone (seperti: SMS, Black Bary, e mail) oleh para siswa dapat guru manfaatkan untuk melalukan kerja sama kapan pun dan dari mana pun.Monday, 28 November 2011
Sepuluh Fungsi Utama Internet dalam Pembelajaran
Mengunduh Buku dari Internet
Mencari referensi dalam bentuk buku atau jurnal yang gratis dari internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Jika semakin banyak buku yang didapat dengan mudah serta sesuai kebutuhan, maka internet semakin dirasakan penting karena nyata bermanfaat. Proses mencari buku di internet semakin mudah.Pembelajaran “Blended” untuk RSBI
Fokus pada peningkatan mutu pembelajaran merupakan kunci sukses program RSBI saat ini. Sukses dalam pembelajaran akan meningkatkan stabilitasi akibat guncangan paradigma yang mendasari pelaksanaan program akhir-akhir ini. Pembelajaran yang bermutu harus dapat mengantarkan lulusan berkeunggulan yang adaptif terhadap perubahan. Dalam meningkatkan respon positif dari publik, model pembelajaranblended perlu diimplementasikan.Monday, 31 October 2011
Perlukah Pendidikan Karakter Dinyatakan Dalam Indikator Hasil Belajar?
Haruskah pendidikan karakter dirumuskan dalam indikator pembelajaran di silabus dan RPP? Sebagian ahli pendidikan menyatakan bahwa karakter sebaiknya tidak dinyatakan dalam bentuk indikator kompetensi pencapaian belajar, cukup di kegiatan pembelajaran. Alasannya, bila dimasukkan dalam indikator, maka guru harus membuat alat penilaian yang mengukurnya.Pembelajaran yang menyenangkan
Pembelajaran yang Menyenangkan : Model “Pemainraskidal”
Sebagian dari faktor yang menentukan manusia meraih keberhasilan adalah ketekunan berusaha yang dilandasi dengan kecerdasan pikiran dan keteguhan hati. Kecerdasan menentukan keberhasilan berstrategi, keteguhan hati menjadi energi gerak motivasinya. Sesuatu yang diterima hatinya dan difahami dengan cerdas berpikirnya akan lebih mudah dipelajarinya.Tuesday, 5 July 2011
Kompetensi Siswa Abad 21
Masyarakat dunia telah berada pada tahun ke-11 di abad ke-21. Apa yang diramalkan dalam satu dasawarsa ke belakang kini terjadi, revolusi teknologi berkembang dramatis. Kita sekarang hidup di sebuah masyarakat-media semakin beragam, mengglobal, dan kompleks. Informasi makin deras mengalir. Para siswa memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada guru-gurunya dalam menyerap informasi apa pun. Entahlah apa yang akan terjadi jika murid-murid lebih menguasai bahasa teknologi daripada gurunya. Apa yang akan terjadi 5 tahun mendatang, 10 tahun, apalagi 20 tahun. Sekolah mempersiapkan siswa dengan cara-cara yang ketinggalan di belakang.
Sementara itu, ancaman degradasi kehidupan karena daya dukung alam yang semakin terbatas. Kota-kota besar makin padat manusia, kendaraan, dan sepeda motor. Kita sedang menghadapi masalah pemanasan global, kelaparan, kemiskinan, masalah kesehatan, ledakan populasi penduduk, krisis energi, kekerasan sosial dan bencana alam. Masalah-masalah ini menyebabkan kebutuhan siswa untuk dapat berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi dengan perubahan semakin kritis. Tantangan untuk menyelaraskan kehidupan pribadi, sosial, ekonomi dan politik pada tingkat lokal, nasional dan global perlu dipersiapkan lebih prisisif.
Anak-anak Indonesia tidak semuanya beruntung mendapatkan penguatan untuk mengantisipasi berbagai perbedaan dan perubahan. Dunia belajarnya disiapkan untuk menghadapi kehidupan nyata. Pendidikan yang melatih mereka meningkatkan daya tahan pribadi dan daya adaptasi terhadap perubahan.
Sekolah memperkenalkan siswa pada teknologi terbaru, kolaborasi dalam konteks global yang menyediakan peluang mengembangkan wawasan tentang kemungkinan yang sangat luas menemukan hal yang baru, energi baru, kemajuan medis, pemulihan kerusakan lingkungan, pengembangan komunikasi, hingga eksplorasi ke ruang angkasa dan ke kedalaman lautan. Untuk mereka ada banyak kemungkinan bahkan tak terbatas.
Thursday, 30 June 2011
Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah
Monday, 30 May 2011
Pendidikan Karakter Bangsa
Pendidikan Karakter Untuk Membangun Keberadaban Bangsa”. Karena Dunia pendidikan diharapkan sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis dengan tetap memperhatikan sendi-sendi Nagara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan norma-norma sosial di masyarakat yang telah menjadi kesepakatan bersama.
Oleh karena itu, lebih awal pendidikan karakter bangsa dimulai dari lingkungan pendidikan dasar. Pada perangkat di pendidikan dasar inilah norma-norma pendidikan karakter bangsa akan ditanamkan lebih awal.
Guru harus mengetahui indikator karakter bangsa ini, untuk bisa memasukkan kedalam bimbingan siswanya. Pendidikan karakter bangsa sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa. Indikator karakter bangsa, dapat dimasukkan kedalam program pembelajaran.
Di bawah ini beberapa petunjuk / pedoman yang bisa membantu guru di dalam menyusun program pembelajaran karakter bangsa, semoga bermanfaat.
1. Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa
2. Kata Kerja Operasional
3. Penilaian Proses Pendidikan Karakter Bangsa
4. Keterkaitan dan Indikator Pendidikan Karakter Bangsa



08:47
Unknown












