Showing posts with label Materi Pengayaan (Kimia Fisika). Show all posts
Showing posts with label Materi Pengayaan (Kimia Fisika). Show all posts

Sunday, 10 July 2011

Ekstraksi Pelarut

Ekstraksi Pelarut digunakan untuk memisahkan 2 jenis campuran yang berbentuk cairan dan tidak saling melarutkan. Campuran ini dapat dipisahkan dengan corong pisah, misalkan air dengan minyak, jika keran dibuka maka air akan keluar
 

Ekstraksi pelarut atau disebut juga ekstraksi air merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer. Alasan utamanya adalah pemisahan ini dapat dilakukan baik dalam tingkat makro ataupun mikro. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat pelarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur , seperti benzen, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasan nya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbada dalam kedua fase pelarut.
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap dua macam pelarut yang tidak saling bercampur. Ekstraksi pelarut umumnya digunakan untuk memisahkan sejmlah gugus yang diinginkan dan mungkin merupakan gugs pengganggu dalam analisis secara keseluruhan. Kadang-kadang gugus-gugs pengganggu ini diekstraksi secara selektif.

Thursday, 21 April 2011

Hukum Raoult's

Francois M Raoult (1830-1901) mempelajari sifat-sifat tekanan uap larutan yang mengandung zat pelarut yang bersifat nonvolatile. Secara terperinci dia menyatakan bahwa :
“tekanan uap larutan ideal dipengaruhi oleh tekanan uap pelarut dan fraksi mol zat terlarut yang terkandung dalam larutan tersebut”
Secara matematis ditulis sebagai:
Plarutan= Xterlarut . Ppelarut
Dimana
Plarutan = tekanan uap larutan
Xterlarut = fraksi mol zat terlarut
Ppelarut = tekanan uap pelarut murni
Persamaan Raoult diatas apabila kita perhatikan merupakan persamaan linear dalam bentuk y = mx, dimana y = Plarutan, m = Ppelarut, dan x = Xterlarut, sehingga apabila kita membuat grafik persamaan Raoult antara tekanan uap larutan dengan fraksi mol zat terlarut akan diperoleh garis lurus seperti gambar:

Tuesday, 19 April 2011

Pengertian katalis dan Jenis Katalis

Katalis adalah suatu zat yang dapat mempercepat reaksi. Ini tergolong katalis positif. Katalis negatif, atau lebih dikenal sebagai inhibitor (penghambat), merupakan suatu zat yang memperlambat reaksi, dengan tujuan agar mekanisme reaksinya dapat diamati. Inhibitor ini sering digunakan untuk penelitian.
Katalis dapat digolongkan menjadi katalis heterogen apabila fasenya berbeda dengan sistem dan pada katalis homogen, fasenya sama dengan sistem.
Selama proses berlangsung, katalis ikut ambil bagian dalam reaksi kimia, namun setelah reaksi, katalis terbentuk kmebali dalam jumlah dan keadaan yang sama.
Apa yang dilakukan oleh katalis selama reaksi? Mengapa reaksi lebih cepat berlangsung dengan katalis dibanding tanpa katalis? Katalis dapat membentuk jalan baru yang energi aktivasinya lebih rendah dibanding tanpa katalis. Jika energi aktivasi (Ea) rendah, tentu reaksi cepat sekali berlangsung. Karena molekul-molekul yang memiliki energi kinetik relatif rendah dapat memulai reaksi, karena Ea'(Ea dengan katalis) sesuai dengan Ek (energi kinetik). Jalan baru inilah dinyatakan sebagai mekanisme baru. Apakah katalis dapat mengubah harga perubahan entalpi? Tentu saja tidak dapat. Reaksi tanpa atau dengan katalis, perubahan entalpinya tetap. Jalan baru yang ditempuh tidak mengubah keadaan awal dan akhir reaksi, namun hanya mengubah besarnya Ea dan otomatis besarnya energi yang dibebaskan seimbang dengan Ea' dan harg perubahan entalpinya.

Monday, 18 April 2011

ASAM BASA KERAS LUNAK


R.G Pearson awal tahun 1960 mengusulkan bahwa asam basa lewis dapat diklasifikasikan sebagai asam basa lunak (soft) atau keras (hard). Asam basa lunak adalah asam basa yang elektron-elektron valensinya mudah terpolarisasi atau terlepaskan, sedangkan asam basa keras adalah asam basa yang tidak mempunyai elektron valensi atau yang elektron atau elektron valensinya sukar terpolarisasi. Dengan kata lain asam basa lunak mempunyai sifat terpolarisasi tinggi dan asam basa keras mempunyai sifat terpolarisasi rendah. Konsep ini kemudian dikenal dengan nama HSAB yang singkatan dari “hard soft acids and base” (asam basa keras lemah) atau yang biasa dikenal sebagai asam basa pearson.
Konsep HSAB dapat menjelaskan kesetabilan senyawa. Konsep ini juga digunakan dalam konteks kualitatif daripada kuantitatif yang membantu untuk mengetahui faktor utama terjadinya reaksi kimia, terutama pada logam transisi. Asam lunak bereaksi lebih cepat dengan basa lunak dan membentuk ikatan yang kuat, sedangkan asam keras bereaksi lebih cepat dan membentuk ikatan kuat dengan basa kuat.
Asam keras dan basa keras cenderung mempunyai atom yang kecil/radius ionik, oksidasi tinggi, kepolaran rendah, dan keelektronegatifan tinggi. Sedangkan asam dan basa lunak cenderung mempunyai:atom yang besar, tingkat oksidasi rendah, dan elektronegatifan rendah. Asam basa keras biasanya membentuk ikatan ionik, sedangkan asam basa lunak membentuk ikatan kovalen. Kekerasan suatu asam basa diukur untuk mengetahui kecenderungan terjadinya perubahan formasi atau bentuk..
Peran klasifikasi Pearson adalah untuk meramalkan reaksi berbagai macam spesies, yaitu asam-asam keras memilih bersenyawa dengan basa-basa keras, dan asam-asam lunak memilih bersenyawa dengan basa-basa lunak. Klasifikasi tersebut juga bermanfaat untuk meramalkan pilihan ikatan dan juga menunjukkan sintesis tingkat oksidasi abnormal dalam suatu logam. Secara umum ion-ion logam yang terletak pada bagian kiri dai sistem periodik unsur bersifat asam keras, sedangkan logam pada golongan utama sebelah kanan dari sistem periodik unsur bersifat asam lunak. Selain itu juga terdapat daerah batas yang terletak antara keras-lunak karena tidak ada perbedaan yang tajam antara keras dan lunak., yaitu umumnya terdapat pada logam-logam transisi.
Klasifikasi lunak-keras asam basa lewis
Kelas
Asam
Basa
Keras
H+, Li+, Na+, K+
Be2+, Mg2+, Ca2+, Sr2+
Ti4+,Cr3+, Cr6+, Mn2+, Mn7+, Fe3+, Co3+
BF3, BCl3, Al3+, AlCl3, AlH3
CO2, Si4+
HX (molekul ikatan hydrogen)
H2O, NH3, N2H4
F-, Cl-, OH-, ROH, R2O
NO3-, ClO4-, CH3COO-
O2-, CO32-, SO42-
PO43-
Daerah batas
Fe2+, Co2+, Ni2+, Cu2+, Zn2+, Sn2+, Pb2+
C6H5+, NO+, Sb3+, Bi3+, SO2
C6H5NH2, N3-, N2, NO2-, Br-
SO32-
Lunak
Cu+, Ag+, Au+. CH3Hg+
Hg22+, Hg2+, Cd2+, Pd2+, Pt2+, Pt4+
Br2, Br+, I2, I+, O, Cl, Br, I, N,
Atom-atom Logam
H-, C2H4, C6H6, CO, SCN-
CN-, I-
S2-, S2O32-
Konsep HSAB ini dapat juga meramalkan terjadi tidaknya suatu reaksi melalui suka tidak suka, yaitu asam keras cenderung suka dengan basa keras dan asam lunak cenderung suka dengan basa lunak. Berikut ini adalah contoh dari suatu reaksi suka dan tidak suka:
HgF2(g) + BeI2(g) HgI2(g) + BeF2(g)
lunak-keras keras-lunak lunak-lunak keras-keras
CH3HgOH(aq) + HSO3-(aq) CH3HgSO3-(aq) + HOH(l)
lunak-keras keras-lunak lunak-lunak keras-keras
Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa pasangan asam keras basa keras (BeF2 dan HOH) terbentuk dari ikatan kovalen, sedangkan pasangan asm lunak basa lunak (HgI2 dan CH3HgSO3-) membentuk ikatan kovalen.
Selain dapat meramalkan tarjadi tidaknya suatu reaksi, teori HSAB juga dapat meramalkan pergeseran arah suatu reaksi (kesetimbangan), seperti contoh dibawah ini:
BH+(aq) + CH3Hg+(aq) CH3HgB+(aq) + H+(aq)
B = basa
Dari contoh diatas, apabila basa (B) adalah basa keras maka reaksi akan bergeser ke arah kiri dan apabila basa (B) adalah basa lunak maka reaksi akan bergeser ke arah kanan.

Persamaan Nernst

Persamaan Nernst
Potensial sel non standar dapat dihitung dengan persamaan Nernst sebagai berikut
Eo adalah potensial elektroda normal (potensial elektroda semua zat dalam reaksi sel dalam keadaan standar), n jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi, sedangkan oks dan red masing-masing menyatakan konsentrasi partikel hasil oksidasi dan konsentrasi partikel hasil reduksi.
Sel Konsentrasi
Pada sel konsentrasi digunakan dua elektrode yang sama namun konsentrasi larutannya yang berbeda. Elektrode dalam larutan pekat merupakan katode (tempat terjadinya reaksi reduksi) sedangkan elektrode dalam larutan encer merupakan anode (tempat terjadinya reaksi oksidasi). Misalnya untuk
Zn | Zn2+(10-3 M) || Zn 2+(10-1 M) | Zn
Maka untuk reaksi di atas yang mengalami reduksi adalah Zn 2+(10-1 M) karena lebih pekat daripada Zn2+(10-3 M) sedangkan Zn yang mengalami oksidasi. Untuk penggunaan rumus sama dengan persamaan Nernst, yaitu

Termodinamika

Pada termodinamika kali ini akan dibahas :

1. GAS IDEAL
2. KALOR dan USAHA
3. HUKUM PERTAMA THERMODINAMIKA
4. KALOR JENIS GAS IDEAL
5. PROSES-PROSES DALAM TERMODINAMIKA
5.1. Proses Isokoris (volume konstan)

5.2. Proses Isobaris (tekanan konstan)
5.3. Proses Isotermis (temperatur konstan)
6. PROSES TERBALIKKAN & PROSES TAK TERBALIKKAN
7. MESIN KALOR
7.1. Siklus Carnot
7.2. Mesin Bensin
7.3. Mesin Diesel.
8. HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA
9. ENTROPI
 Silahkan jika akan didownload disini


 

 
Design by FreeWordpress Themes | Bloggerized by Lashanta - Premium Blogger Themes | Ilo Kimia Wk, SMA TN 35