Rabu, 25 Mei 2011

Cara Memahami MSDS (Material Safety Data Sheets)

MSDS

Material Safety Data Sheets atau Lembaran Data Bahan Keselamatan  meliputi banyak sekali aspek-aspek keselamatan yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Dari seluruh aspek tersebut selalu melibatkan tiga komponen yang saling berkaitan yakni  manusia, prosedur/metode kerja, dan peralatan/ bahan.   Faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja berdasarkan data yang dikumpulkan oleh sebuah perusahaan perminyakan di Indonesia menunjukkan bahwa 60% penyebab kecelakaan adalah sikap dan tingkah laku pekerja.

Sikap dan tingkah laku pekerja sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja antara lain seperti :
- keterbatasan pengetahuan/ ketrampilan pekerja
- lalai dan ceroboh dalam bekerja,
- tidak melaksanakan prosedur kerja sesuai dengan petunjuk yang diberikan,
- dan tidak disiplin dalam menaati peraturan keselamatan kerja termasuk pemakaian alat pelindung diri.

Mengingat faktor terbesar penyebab kecelakaan kerja adalah faktor manusia, maka usaha untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja perlu diarahkan pada peningkatan pembinaan rasa tanggung jawab, sikap dalam bekerja dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.  Banyak juga kecelakaan terjadi karena ketidak tahuan terhadap kemungkinan adanya bahaya. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan juga memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan, baik dalam cara mengenali maupun menangani bahan-bahan kimia berbahaya dan beracun.   Dari hampir 100.000 bahan kimia yang digunakan dalam industri, hanya kira-kira 15 % bahan kimia yang telah diketahui secara pasti bahayanya bagi manusia. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan kita, sehingga banyak bahan kimia yang telah lama digunakan tetapi baru diketahui bahayanya dikemudian hari.

Material Safety Data Sheets (MSDS) akan dapat membantu dalam memahami bahan-bahan berbahaya dan beracun baik mengenai sifat-sifatnya maupun cara penanganannya. Apa yang terkandung didalam MSDS dan bagaimana memahaminya sering kurang mendapat perhatian baik itu pengguna, pembawa maupun penyimpan bahan B3 ini. Selain itu identifikasi terhadap bahan berbahaya juga sering diabaikan sehingga kecelakaan mungkin akan terjadi tanpa disadari oleh pekerja maupun pemakai bahan B3. 

PENGARUH  DAN BAHAYANYA BAHAN B3 TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN  
 
 Bahan Kimia B2 dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yakni bahan berbahaya dan bahan beracun. Bahan berbahaya adalah bahan kimia yang memiliki sifat reaktif dan atau sensitif terhadap perubahan/kondisi lingkungan yang dengan sifatnya tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungannya . Bahan beracun adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia apabila terserap dalam tubuh melalui pernafasan, tertelan, atau kontak melalui kulit.

1. Meterial Safety Data Sheets dan Penggunaannya
 Dalam MSDS terdapat keterangan mengenai suatu bahan yaitu identitas, sifat, penanganan dan lain-lain yang berkaitan dengan keselamatan. Untuk itu sebelum bahan kimia tersebut diterima, disimpan dan digunakan, maka keterangan yang ada dalam MSDS tersebut harus dipahami. Keterangan tersebut antara lain :

• Identifikasi bahan: 
  1. Bagian ini menjelaskan nama bahan kimia, yang meliputi 
  2. No. Urut MSDS
    CAS RN (Chemical Abstract Service) registry number international seperti halnya nomor RTECS
    (Registry Toxic Effects of Chemical Substances) 
  3. Sinonim, baik dalam nama kimia maupun nama dagang P
  4. Rumus dan berat molekul. 
• Label bahaya :

Label bahaya diberikan dalam bentuk gambar untuk memberikan gambaran cepat sifat bahaya. Label yang dipakai ada dua, yaitu menurut PBB (internasional) dan NFPA (National Fire Protection Assosiation)-Amerika. Label bahaya menurut Eropa tidak diberikan karena mirip dengan PBB. Label NFPA ditunjukkan di gambar dan tabel dibawah, berupa 4 kotak yang mempunyai ranking bahaya (0-4) ditinjau dari aspek bahaya kesehatan (biru), bahaya kebakaran (merah) dan reaktivitas (kuning). Kotak putih untuk ketarangan tambahan.

Informasi bahan singkat :
Informasi singkat mengenai jenis bahan, wujud, manfaat serta bahaya-bahaya utamanya. Dari informasi singkat dan label bahaya, secara cepat bisa dipahami kehati-hatian dalam menangani bahan kimia tersebut.

• Sifat-sifat bahaya :

1. Bahaya kesehatan : Bahaya terhadap kesehatan dinyatakan dalam bahaya jangka pendek (akut) dan jangka panjang (kronis). NAB (Nilai Ambang Batas) diberikan dalam satuan mg/m3 atau ppm. NAB adalah konsentrasi pencemaran dalam udara yang boleh dihirup seseorang yang bekerja selama 8 jam/hari selama 5 hari. Beberapa data berkaitan dengan bahaya kesehatan juga diberikan, yakni : 
o LD-50 (Lethal Doses) : dosis yang berakibat fatal terhadap 50 persen binatang percobaan mati. 
o LC-50 (Lethal Concentration) : konsentrasi yang berakibat fatal terhadap 50 persen binatang percobaan. 
o IDLH (Immediately Dangerous toLife and Health) : pemaparan yang berbahaya terhadap kehidupan dan kesehatan.

2. Bahaya kebakaran : Ini termasuk kategori bahan mudah terbakar, dapat dibakar, tidak dapat dibakar atau membakar bahan lain. Kemudahan zat untuk terbakar ditentukan oleh :

o Titik nyala : suhu terendah di mana uap zat dapat dinyalakan.  

o Konsentrasi mudah terbakar : daerah konsentrasi uap gas yang dapat dinyalakan. Konsentrasi uap zat terendah yang masih dapat dibakar disebut LFL (LowFlammable Limit) dan konsentrasi tertinggi yang masih dapat dinyalakan disebut UFL (Upper Flammable Limit). Sifat kemudahan membakar bahan lain ditentukan oleh kekuatan oksidasinya.  

o Titik bakar : suhu di mana zat terbakar sendirinya.  

3. Bahaya reaktivitas : Sifat bahaya akibat ketidakstabilan atau kemudahan terurai, bereaksi dengan zat lain atau terpolimerisasi yang bersifat eksotermik sehingga eksplosif. Atau reaktivitasnya terhadap gas lain menghasilkan gas beracun.  

• Sifat-sifat fisika : 
Sifat-sifat fisika ini merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sifat bahaya bahan.

• Keselamatan dan pengamanan :
Diberikan langkah-langkah keselamatan dan pengamanan :
1. Penanganan dan penyimpanan : usaha keselamatan yang dilakukan apabila bekerja dengan atau menyimpan bahan.  
2. Tumpahan dan kebocoran : usaha pengamanan apabila terjadi bahan tertumpah atau bocor.  
3. Alat pelindung diri : terhadap pernafasan, muka, mata dan kulit sebagai usaha untuk mengurangi keterpaan bahan.  
4. Pertolongan pertama : karena penghirupan uap / gas, terkena mata dan kulit atau tertelan.  
5. Pemadaman api : alat pemadam api ringan yang dapat dipakai untuk memadamkan api yang belum terlalu besar dan cara penanggulangan apabila sudah membesar. 
• Informasi lingkungan : 
Menjelaskan bahaya terhadap lingkungan dan bagaimana menangani limbah atau buangan bahan kimia baik berupa padat, cair maupun gas. termasuk di dalamnya cara pemusnahan.  Menangani bahan-bahan berbahaya tanpa mengetahui informasi tersebut di atas dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh bahan tersebut yang tanpa disadari akan menyebabkan dampak yang tidak kita inginkan. 

2. Identifikasi Bahan Kimia Berbahaya Dan Beracun.
Dalam upaya memastikan potensi bahaya dari bahan B3 dan untuk penanganan di tempat kerja, maka perlu dilakukan identifikasi awal.
 
sumber : http://k3-community.blogspot.com/p/msds.html

0 komentar:

 
Design by FreeWordpress Themes | Bloggerized by Lashanta - Premium Blogger Themes | Ilo Kimia Wk, SMA TN 35