Senin, 11 Juli 2011

Koloid (Penjelasan materi dan latihan soal)

  1. KOMPONEN DAN PENGELOMPOKAN SISTEM KOLOID
    Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dangan ukuran tertentu dalam medium pendespersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendespersikan disebut medium pendispersi.
     
  2. Pengertian koloid
Koloid adalah suatu suspensi partikel-partikel kecil yang mempunyai ukuran tertentu dalam suatu medium kontinyu.
  1. Macam-macam Sistem dispersi
Berdasarkan perbedaan ukuran zat yang didispersikan, sistem dispersi dapat dibedakan menjadi:
  1. Dispersi kasar (suspensi) adalah partikel-partikel zat yang didispersikan lebih besar daripada 100 milimikron.
  2. Dispersi halus adalah partikel-partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 sampai dengan 100 milimicron.
  3. Dispersi molekular (larutan sejati) adalah partikel-partikel zat yang didispersikan lebih kecil daripada 1 milimicron.
Tabel Perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi.
Aspek yang dibedakan
Sistem Dispersi
Larutan Sejati
Koloid
Suspensi
Bentuk campuran
Homogen
Homogen
Heterogen
Bentuk dispersi
Dispersi molekul
Dispersi padatan
Dispersi padatan
Penulisan
X(aq)
X(s)
X(s)
Ukuran Partikel
< 1 nm
1 nm – 100 nm
>100 nm
Fasa
Tetap homogen
Heterogen
Heterogen
Penyaringan
Tidak dapat disaring dengan kertas saring maupun saringan permeable
Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa, tapi dapat disaring dengan saringan pemeable
Dapat disaring dengan kertas saring biasa
Pemeriksaan
Tidak dapat diamati dengan microscope biasa, tapi tramati dengan microscope elektron
Dapat diamati dengan microscope ultra.
Dapat diamati dengan microscope biasa.


  1. Klasifikasi Sistem Dispersi Koloid
Dalam sistem koloid, fase dispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, zat cair, atau gas.
Berdasarkan hubungan antara fase dispersi dengan medium dispersi, macam sistem koloid dapat dibagi menjadi:
No.
Fase terdispersi
Fase Pendispersi
Nama sistem koloid
Contoh sistem koloid
1.
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan
2.
Cair
Cair
Emulsi
Air susu, santan
3.
Cair
Padat
Emulsi
Jelly, mutiara, keju
4.
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, Debu di udara
5.
Padat
Cair
Sol
Cat, Tinta, kanji
6.
Padat
Padat
Sol padat
Kaca berwarna, intan hitam
7.
Gas
Cair
Busa, buih
Buih sabun, krim krim kocok
8.
Gas
Padat
Busa padat
Batu apung, karet busa

  1. Aerosol
    Aerosol adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat disebut aerosol padat. Sedangkan jika zat yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosal cair.
    Contoh aerosol padat: asap dan debu dalam udara
    Contoh aerosol cair: kabut dan awan
  2. Sol
    Sol adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair
    Contoh sol: air sungai adalah sol dari lempung (tanah liat) dalam air, sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis, dan cat.
  3. Emulsi
    Emulsi adalah sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain.
    Ada dua macam emulsi, yaitu:
    1. Emulsi minyak dalam air (M/A); contohnya santan, susu, dan lateks.
    2. Emulsi air dalam minyak (A/M); contohnya mayonnaise, minyak bumi, dan minyak ikan.
  4. Buih
    Buih adalah
    sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. Contohnya buih sabun.
  5. Gel
    Gel adalah koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair). Contohnya agar-agar, lem kanji, selei, gelatin, gel, sabun, dan gel silika.
  6. Sifat-sifat koloid
    Beberapa sifat-sifat koloid yang khas, yaitu:
    1. Efek Tyndall
      Efek Tyndall adalah suatu efek penghamburan berkas sinar oleh partikel-partikel yang terdapat dalam sistem koloid, sehingga jalannya berkas sinar terlihat.
    2. Gerak Brown
      Gerak Brown adalah gerakan terpatah-terpatah (gerak zig-zag) yang terus-menerus dalam sistem koloid
    3. Diffusi dan Filtrasi
      Partikel koloid lebih sulit berdifusi bila dibandingkan dengan larutan sejati. Hal ini disebabkan ukuran partikel koloid lebih besar dibandingkan dengan partikel larutan sejati. Selain itu ukuran partikel koloid juga menyebabkan partikel koloid tidak dapat disaring dengan kertas biasa, tetapi harus dengan penyaring ultra.
      Adsorpsi
      Adsorpsi adalah proses penyerapan zat/partikel/molekul pada permukaan diri zat tersebut sehingga koloid akan memiliki muatan listrik. Antara partikel koloid dengan ion-ion yang diadsorpsi akan membentuk beberapa lapisan, yaitu:
      1. Lapisan pertama ialah lapisan inti yang bersifat netral, terdiri atas partikel koloid netral.
      2. Lapisan ion dalam ialah lapisan ion-ion yang diadsorpsi oleh koloid.
      3. Lapisan ion luar
    4. Kesetabilan koloid
      Kesetabilan kolid ditentukan oleh muatan listrik yang dikandung partikel koloid. Muatan listrik dapat dilucuti, misalnya dengan penambahan zat yang bersifat elektrolit, akibatnya akan terjadi penggumpalan koloid atau pengendapan koloid
    5. Elektroforesis
      Elektroforesis adalah peristiwa pemisahan koloid yang bermuatan. Partikel-partikel koloid yang bermuatan dengan bentuan arus listrik akan mengalir ke masing-masing elektroda yang bermuatannya berlawanan. Partikel yang bermuatan positif bergerak menuju ke elektroda positif.
    6. Koloid Pelindung
      Koloid pelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid dari proses koagulasi atau penggumpalan. Ada beberapa koloid pelindung yang digunakan pada emulsi, misalnya casein dalam susu. Jenis koloid ini disebut emuglatol.
    7. Dialisis
      Dialisis adalah proses penyaringan koloid dengan menggunakan kertas perkamen atau membran yang diletakan di dalam air yang mengalir
    8. Koloid Liofil dan koloid Liofob
      Umumnya terjadi pada koloid yang fase terdispersinya padatan dan mediumnya cairan atau berupa sol, sehingga lebih dikenal sebagai sol liofil atau sol liofob.
      Sol liofil adalah sol di mana fase terdispersinya senang akan medium pendispersinya (senang akan cairan) atau di katakan juga afinitas atau daya tarik terhadap mediumnya sangat kuat.
      Sol liofob adalah kebalikan dari sol liofil, di mana partikel fase terdispersinya kurang/tidak senang akan cairannya (mediumnya).
      Perbedaan antara koloid liofob dengan koloid liofil dapat disimak pada tabel dibawah ini .
No.
Koloid liofil
Koloid liofob
1.
Partikel tidak dapat dilihat dengan microscope ultra
Partikelnya dapat dilihat denan microscope ultra
2.
Tidak menunjukan peristiwa elektroforesis
Menunjukan peristiwa elektroforesis
3.
Tidak mengalami koagulasi bila diberi sedikit elektrolit
Mengalami koagulasi jika diberi elektrolit
4.
Memiliki viskositas besar
Viskositas mirip medium pendispersinya
5.
Tegangan permukaan kecil
Tegangan permukaan mirip medium pendispersinya
6.
Tidak menjukan gerak brown
Menunjukan gerak brown yang jelas
7.
Pada penguapan atau pendinginan menghasilkan gel, yang akan membentuk sol lagi bila diberi medium pendispersinya
Pada penguapan atau pendinginan akan menghasilkan koagulasi, tidak membentuk sol kembali bila diberi medium pendispersinya.

  1. PEMBUATAN KOLOID
    Larutan koloid dapat dibuat dengan dua cara, yaitu:
    1. Kondensasi
      Kondensasi adalah penggabungan partikel-partikel halus (molekuler) menjadi partikel yang lebih besar. Pembuatan koloid dengan cara ini dilakukan melalui:
      1. Cara Kimia
        Partikel koloid dibentuk melalui reaksi-reaksi kimial seperti reaksi hidrolisis, reaksi reduksi-oksidasi, atau reaksi subtitusi.
        1. Hidrolisis
          Hidrolisis merupakan reaksi zat dengan air.
          Contoh : pembuatan sol Besi(III)hidroksida, sol Al(OH)3
          Sol besi (III)hidroksida dibuat dari larutan FeCl3 dengan air mendidih.
          FeCl3(aq) + 3 H2O(l) Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
          Coklat
          AlCl3(aq) + 3 H2O(l) Al(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
          Putih
        2. Reaksi reduksi-oksidasi
    CONTOH :
    a. Gas H2S dialirkan dalam larutan SO2 membentuk sol belerang
    2H2S + SO2 → 2H2O + 3S
    b. AuCl3 dimasukkan dalam air dan dipanaskan sera ditambah formalin encer akan terbentuk sol logam (sol emas)
    2 AuCl3 + 3 H2 O + 3HCOH → 2Au + 6HCl + 3HCOOH
    Reaksi reduksi oksidasi merupakan reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi
    1. Reaksi subtitusi
      Reaksi subtitusi merupakan reaksi penggantian, misalnya pengggantian ion.
    1. Cara Fisika
      Dilakukan dengan jalan menurunkan kelarutan dari zat terlarut, yaitu dengan jalan pendinginan atau mengubah pelarut sehingga terbentuk satu sol koloid.
    1. Cara Dispersi
      Pembuatan koloid dengan cara dispersi merupakan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel yang lebih halu/ lebih kecil; dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).
      1. Cara Mekanik
        Dengan cara ini butir-butir kasar digerus dengan lumpung atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu kemudian diaduk dengan medium dispersi
        Contoh:
        Sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti Gula Pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air (seperti yang dilakukan dalam praktikum)
      2. Cara Peptisasi
        Pembuatan koloid dengan cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).
        Contoh:
        Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselusosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-lain.
      3. Cara Busur Bredig
        Digunakan untuk membuat sol-sol logam, logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektroda yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik diantara kedua ujungnya. Mula-mula atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi, cara ini merupakan penggabungan antara cara dispersi dengan cara kondensasi

Soal latihan
I.Lengkapi kalimat berikut dengan kata yang tepat !
  1. Sebutan untuk dispersi padat dalam gas adalah …………….
  2. Sebutan untuk dispersi cair dalam gas adalah …………….
  3. Sebutan untuk dispersi padat dalam cair adalah …………….
  4. Mutiara merupakan koloid jenis …………….
  5. Parfum semprot merupakan koloid jenis …………….
  6. Sebutan untuk gerak zig-zag dari partikel koloid adalah …………….
  7. Pengendapan partikel koloid disebut …….
  8. Pengendapan partikel koloid dapat disebabkan oleh ……….. dan ………..
  9. Untuk mengatasi air sungai yang keruh digunakan ……………..
  10. Sedangkan untuk mengatasi pestisida dalam air sungai digunakan ……..
  11. Alat yang digunakan untuk mengurangi partikel logam yang keluar dari cerobong pembakaran dikenal dengan ……
  12. Untuk mengatasi bakteri dalam air sumur digunakan …….
  13. Kaca berwarna merupakan contoh koloid jenis …
  14. Cat merupakan contoh koloid jenis ……….
  15. Pembuatan koloid dengan cara digerus disebut ……..
  16. Contoh reaksi hidrolisis dalam pembuatan system koloid ……….
  17. Pembuatan system koloid dengan cara menggabungkan/mengumpulkan partikel-partikel larutan sejati disebut ……..
  18. Penghamburan cahaya oleh partikel koloid disebut …………….
  19. Penyerapan oleh permukaan koloid disebut …………..
  20. Prinsip kerja mesin cuci darah adalah penerapan sifat koloid, yaitu sifat …………………..

    II. Jawablah dengan singkat dan jelas !
  21. Berikan penjelasan, mengapa cat disajikan sebagai sistem koloid, bukan suspensi atau larutan !
  22. Berikan uraian seperlunya untuk mengolah air bersih dari air sungai !
  23. Jelaskan pengaruh muatan listrik dan ( zat ) elektrolit terhadap koagulasi koloid !
  24. Bedakanlah pembuatan koloid menurut cara dispersi dengan cara kondensasi !
  25. Sebutkan 5 macam kegunaan koloid dalam kehidupan sehari-hari
  26. Jelaskan perbedaan pembuatan sistem koloid dengan cara dispersi dan kondensasi
  27. Sebut dan jelaskan sifat-sifat suatu koloid
  28. Jelaskan perbedaan antara koloid liofil dengan koloid liofob
  29. Jelaskan langkah-langkah untuk memperoleh air bersih dari air sungai yang kotor !
  30. Jelaskan fungsi tawas dan kaporit !

0 komentar:

 
Design by FreeWordpress Themes | Bloggerized by Lashanta - Premium Blogger Themes | Ilo Kimia Wk, SMA TN 35